Syukur

16 07 2008

لإن شكرتم لأزيدنكم و لإن كفرتم إن عذابي لشديد
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim: 7).

Kata syukur berasal dari Bahasa Arab dan dalam Al-Quran mempunyai arti “rasa terima kasih kepada Allah” atau “pujian” atas anugerah dan kenikmatan yang diperoleh.

Dalam al-Qur’an maupun hadits banyak sekali perintah atau anjuran kepada kita untuk tidak berhenti bersyukur. Bagaimana tidak, keberadaan kita sekarang adalah karena nikmat Allah. Kalau tidak suka dengan apa yang kita peroleh, maka carilah bumi yang bukan milik Allah. Lalu ke mana lagi kita harus pergi? Jangankan ke bumi yang bukan ciptaan Allah, ke bulan saja belum tentu kita bisa hidup. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim: 7).

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dan hakikat kekufuran adalah menyembunyikannya. Menampakkan nikmat berarti menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut nikmat dan pemberinya dengan lidah. Hal ini sesuai dengan firman Allah: “Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya”. (QS Adh-Dhuha: 11). Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah senang melihat bekas (bukti) nikmat-Nya dalam penampilan hamba-Nya”. (HR At-Tarmidzi).

Pada prinsipnya segala bentuk syukur harus ditujukan kepada Allah SWT. Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk bersyukur setelah menyebutkan beberapa nikmat-Nya: “Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS Al-Baqarah: 152).

Namun demikian, walaupun syukur harus ditujukan kepada Allah, ini bukan berarti bahwa kita dilarang bersyukur kepada mereka yang menjadi perantara kehadiran nikmat Allah. Al-Quran juga memerintahkan agar mensyukuri Allah dan kedua orang tua (yang menjadi perantara kehadiran kita di muka bumi). Allah menjelaskan: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu; hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Meskipun Al-Quran hanya menyebutkan kedua orang tua – selain Allah – yang harus disyukuri, namun juga bukan berarti bahwa selain mereka tidak boleh disyukuri. Nabi bersabda: “Siapa yang tidak mensyukuri manusia, maka dia tidak mensyukuri Allah”. (HR Imam Ahmad).

Adapun uraian Al-Quran tentang syukur mencakup tiga macam:

  1. Syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah dan kenikmatan.
  2. Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah serta memuji pemberinya.
  3. Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.
Syukur dengan lidah dan perbuatan adalah cara yang paling gampang dan kasat mata ketika kita memperoleh anugerah atau rezeki yaitu dengan mengucapkan hamdalah, bersedekah dan bernazar serta menggunakan nikmat yang diperoleh sesuai dengan tujuan penciptaan dan penganugerahannya. Lalu, bagaimana dengan syukur hati?

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan betapapun kecilnya nikmat yang ia peroleh. Seorang yang bersyukur dengan hatinya saat ditimpa malapetaka atau musibah, bisa jadi dapat memuji Tuhan bukan atas malapetaka itu, tetapi karena terbayang olehnya bahwa yang dialaminya pasti lebih kecil dari kemungkinan lain yang dapat terjadi.

Dari kesadaran tentang makna-makna di atas, seseorang akan tersungkur sujud untuk menyatakan perasaan syukurnya kepada Allah. Sujud syukur adalah perwujudan dari syukur dengan hati, yang dilakukan saat hati dan pikiran menyadari betapa besar nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah.

Kita bersyukur biasanya disebabkan karena beberapa hal mendasar, antara lain: diberi kehidupan, kesehatan dan keselamatan, hidayat Allah, pengampunan-Nya, panca indera dan akal, rezeki, sarana dan prasarana, kemerdekaan. Sukses dalam bekerja, berhasil menggapai cita-cita, terima gaji, nilai bagus, istri melahirkan, naik pangkat, lulus ujian, utang ditangguhkan, dan lain-lain adalah contoh-contoh nikmat yang wajib disyukuri.

Masih banyak lagi nikmat-nikmat Allah – yang manusia tidak sanggup menghitungnya – secara eksplisit disebut oleh Al-Quran. Allah berfirman: “Seandainya kamu (akan) menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (QS Ibrahim: 34). Lalu, apakah sekarang kita masih mengingkari segala nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita?. Allah berfirman: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?”. (QS Al-Rahman).

Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa dan pandai bersyukur. Amiiin.

Tetouan-Morocco, 9 Desember 2005





Mencari Jati Diri

27 02 2007

Setiap hembusan nafasku
Setiap detak jantungku
Dan setiap langkah kakiku
Ku tanyakan tentang diriku

Diriku yang lahir atau terlahirkan?
Hidup atau dihidupkan?

Aku tak mengerti
Tentang siapa diriku ini

Andai saja
Datang padaku seorang penerang
Atau andai saja
Diriku ini seorang penerang

Mungkin, setiap nafasku
Setiap detak jantungku
Dan setiap langkah kakiku
Semuanya bermakna bagiku

Tapi……
Semua itu hanya ilusi
Aku tak paham makna hembusan nafasku
Aku pun tak mengerti arti detak jantung dan langkah kakiku

Kemanakah harus ku cari arti semua itu?
Kepada siapakah aku harus menanyakan semua ini?
Aku tak tau……
Aku tak mengerti……

Marrakech-Morocco, 27 Februari 2007





Maroko Selayang Pandang

24 06 2006

A. Maroko geografis dan sejarah singkat

Maroko adalah salah satu dari 22 negara arab yang tergabung dalam organisasi liga arab yang bermarkas di cairo, mesir. Negara ini terletak persis di ujung utara benua afrika dan berbatasan di sebelah utara dengan laut tengah, sebelah timur dengan aljazair, sebelah selatan dengan Mauritania dan sebelah barat dengan samudera atlantik. Letak Maroko yang sangat strategis di perairan samudera atlantik dan laut tengah menyebabkan Negara ini menjadi incaran kaum imperialis barat.

Walaupun letak Maroko di benua afrika, alamnya tak jauh berbeda dengan wilayah asia yang subur, hijau dan terdapat pergairan di mana-mana. Sehingga tak jarang pelancong dari mancanegara tercengang melihat kesuburan tanah Maroko yang dipenuhi dengan pepohonan dan penghijauan di segenap wilayah. Pemerintah Maroko juga memberikan perhatian yang cukup besar terhadap usaha penghijauan wilayah. Bahkan boleh dikatakan. Diantara Negara-negara arab dan afrika, Maroko termasuk Negara pertanian terkemuka dan unggul.

Kota-kota penting di Maroko umumnya berada di wilayah pesisir, seperti tanger tetouan(baca: tetwan), nador, oujda (baca: wujda), Casablanca, rabat, safi, essoiurah dan agadir. Sebagian berada di sekitar pegunungan atlas, seperti fes, Marrakech, meknes dan ifran. Letak geografis masing-masing kota tersebut sangat mempengaruhi keadaan suhu dan cuaca setempat. Misalnya pada puncak musim dingin, daerah pesisir umumnya berada pada suhu maksimal 5 o C sedangkan daerah pegunungan dan pedalam melewati angak 0 o c hingga -10 o c yang ditandai turunnya salju di beberapa kota seperti ifran. Demikian juga sebaliknya pada puncak musim panas, suhu daerah pesisir berkisar antara 25 o c – 29 o c, sedangkan daerah pedalaman dan pegunungan, kadangkala melebihi angka 50 o c. namun di balik itu, daerah pedalam dan pegunungan umumnya memiliki udara yang bersih dan sehat dibandingkan dengan daerah pesisir. Maroko mengenai empat musim yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.

Menurut sejarah, sebelum bangsa arab masuk dan membawa islam di bawah pimpinan uqbah bin nafi’ pada pertengahan abad pertama hijriyah, suku barbar sudah berada di marok yang kemudian terbagi menjadi tiga suku, yaitu : amasigh, syilha dan rifi. Ketiga suku ini memiliki bahasa dan dialek tersendiri dan diakui oleh pemerintah Maroko.

Dilihat dari urutan sejarah di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa rakyat Maroko merupakan perpaduan berbagai suku yang intinya ada dua, yaitu suk barbar dan suku arab. Suku barbar kebanyakan mendiami wilayah bagian selatan (Marrakech, agadir, warzazat dan sekitarnya), dan sebagian lagi di utara (tetouan, nador dan sekitarnya).

Kara “Maroko” berasal dari “Marrakech” yaitu nama salah satu kota di selatan Maroko. Dalam bahasa arab, Maroko disebut dengan al-maghrib yang artinya “wilayah bagian barat atau tempat terbenam matahari, sedangkan al-maghrib al ‘arabi adalah kaukus Negara-negara afrika bagian utara yang terdiri dari aljazair, Tunisia, libya, Mauritania dan Maroko. Kelima Negara tersebut telah membentuk persatuan magrib arabi (Union du magebeinne arabe {UMA}).

Maroko mempunyai empat ibukota: rabat, ibukota adminitrasi, Casablanca, ibukota perdagangan dan perindustrian, Marrakech, ibukota wisata dan fes, ibukota budaya dan ilmu pengetahuan.

Mayoritas rakyat Maroko(99%) memluk agama islam, selebihnya memeluk agama yahudi dan nasrani. Jumlah rakyat Maroko sekitar 30 juta jiwa. Bahawa resmi Negara adalah bahasa arab, sedangkan bahasa keduanya adalah bahasa perancis, spanyol dan barbar. Walaupun bahasa perancis merupakan bahasa kedua, namun penggunaannya, baik di bidang administrasi Negara maupun sebagai bahasa pengantar pendidikan, kadangkala melebihi bahasa resmi, yaitu bahasa arab.

B. Sistem pemerintahan

Pemerintahan Maroko menganut system monarki konstitusional. Tahta kerajaan merupakan warisan turun temurun yang dipegan oelh dinasti alwiyah. Raja sebagai kepala Negara diba’iat sebagaimana layaknya system khilafah dan diberi gelar amirul mukminin yang mengisyaratkan sebagai pemimpin umat islam di Maroko. Roda pemerintahan dijalankan oleh cabinet yang dipimpin oleh perdana menteri yang diangkat oleh raja. Maroko mempunyai parlemen yang terdiri dari majelis rendah yang dipilih melalui pemilihan secara langsung dan majelis tinggi yang dipilih secara tidak langsung.

C. Ekonomi

Maroko merupakan salah satu Negara dunia ketiga yang sedang membangun. Penjajahan spanyol dan perancis telah melumpuhkan sendi perekonomian setempat, sehingga pemerintahan Maroko, setelah terbebas dari penjajahan, harus berjuang dan menyusun strategi pembangunan guna meningkatkan tarat hidup masyarakat yang relative rendah kala itu. Maka dibuatlah suatu perencanaan yang menitikberatkan pada sector peranian. Hal ini mengingat maoko memiliki tanah yang subur, di samping system ini paling tyepat untuk perekonomian rakyat yang hidup dengan cara tradisional. strategi ini ternyatata ampuh untuk memperbaiki perekonomian Maroko, sebagaimana terlihat jelas dengan tingginya tingkat ekspor hasil pertanian Maroko ke berbagai Negara eropa dan timur tengah. Di samping itu, peran sector perikanan juga tidak dapat disisihkan dalam menambah devisa Negara, mengingat sebagian besar wilayah Maroko berada di pantai samudera atlantik dan lau tengah.

Dalam sekoter wisata pun Maroko boleh dikatakan unggul. Ini terbukti dengan banyaknya obyek wisata yang menarik minat pelancong dari eropa, asia maupun benua laiinya. Diantara obyek wisata tersebut adalah pantai indah yang berada di pinggiran kota-kota peisir seperti : pantai pelaya di tanger, pantai ashila, pantai mehdia di kenitra, pantai agadir yang dikenal dengan penjara di tengah lautnya, dan pantai agadir yang banyak menyimpan kesan di benak para pelancong dengan fasilitas kafe dan restoran di pinggir pantai serta fasilitas lainnya. Di samping itu ada juga obyek wisata air terjun yang ada di sopro, fes dan khribga. Serta sumber air panas ainullah, fes. Obyek wisata lain yang terdapat di kota fes ataupun di jami’ alfena di marrakech. Demikian pula tempat-tempat yang bernilaisejarah seperti gua hercules di tanger, penjara portugis di safi, jami quaraouyine (baca: qarawiyyin) di fes dan benteng-benteng kokoh bercat merah kekuningan yang dapat disaksikan di setiap kota di Maroko. Begitu juga perkampungan unik yang menyimpang nyanyian gurun sahara di warzazat, sebelah selatan kota marrakech.

Dari sejumlah obyek wisata yang terdapat di Marokok, tidak dapat dilupakan sebuah warisan yang paling dibanggakan yang dibangun di zaman raja Hasan II, yaitu mesjid hasan II yang terletak di kota casablanca. Mesjid ini memiliki bangun megah, bahkan termegah ketiga di dunia setelah haramain (masjidil haram dan masjid nabawai), dan dapat menampung lebih kurang 100.000 jamaah serta selalu dipakai untuk acara keagamaan kerajaan, seperti peringatan Maulid Nabi.

Dalam sektor industri, Maroko juga dikenal sebagai negara penghasil fosfat terbesar di dunia. Pabrik fosfat yang berada di kota safi merupakan penopangan terpenting ekonomi negara setelah pertanian. Juga tidak dapat dilupakan, keberadaan pelabuahan-pelabuhan laut internasional yang berada di beberapa kota pesisir seperti safi, tanger, mohammedia dan casablanca yang telah banyak menyumbankan devisa bagi Maroko. Bahkan boleh dikatakan, pelabuhan kapal casablanca merupakan yang terbesar di wilayah afrika utara. Menurut statistik ekonomi Maroko tahun 1999, Maroko telah memililki income perkapita sebesar US$ 1300. dan dibawah pemerintahan raja mohammad VI yang naik tahta yang cukup berarti. Hal ini terbukt dari berbagai proyek dan perencanaan pembangunan yang dicanangkan pemerintahan dengan berbagai negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

D. Sosial

Masyarakat Maroko dikenal sebagai masyarakat yang familiar dan bersahabat. Hal ini nampak jelas kita melihat sambutan hangat yang diterima para pendatang asing di negara ini, terutama yang datang dari negara-negara Islam. Boleh jadi, suasana kekeluargaan yang diperhatikan masyarakat Maroko tersebut, merupakan pengaruh dari nilai-nilai yang telah ada sejak lama di kalangan penduduk Maroko.

Masyarakat Maroko sangat kuat memegang teguh adat istiadat dan nilai-nilai pergaulan serta kehidupan yang ditanamkan nenek moyang mereka. Sehingga, walaupun perngaruh globalisasi telah mengimbas berbagai aspek kehidupan, hal-hal yang berbau tradisi dan adat tetap terjaga. Misalnya berkorban pada hari raya idul adha, keluar rumah dengan pakaian tradisional yang indah pada malam ke-27 bulan ramadan puasa pada hari maulid nabi dan isra mi’raj, menyiram air pada asyura’ dan tadarusan al-quran sehabis shalat subuh dan maghrib di mesjid-mesjid di Maroko.

Pendidikan di Maroko

A. Sejarah Pendidikan

Sejarah pendidikan di Maroko tidak dapat dipisahkan dari sejarah kedatangan islam di wilayah ini, bahkan dari sejak adanya perkampungan penduduk asli Maroko. Namun di kala kita berbicara tentang Maroko sebagai salah satu negara yang berpenduduk mayoritas muslim, kita akan membatasi sejarah itu sejak masuknya islam di wilayah ini. Dan sebagaimana disebutkan sejahar, islam telah masuk ke Maroko sejak abad pertama hijriyah, yang kemudian ditindak lanjuti dengan pembukaan kota andalus, sebagai pusat kekuatan islam di eropa kala itu. Setelah berakhirnya kejayaan islam di andalus, banyak ulama andalus saat itu yang hijrah ke daerah-daerah peisisir di Maroko dan tunisia(qoirawan). Mereka kemudian berpetualang hingga akhirnya mendirikan sebuah perkampungan yang bernama Quaraouiyine (baca: Qarawiyin) yang berada di jantung kota fes sekarang. Dari sanalah dikenal perkampungan Quaraouiyine sebagai pusat pengajaran islam sejak tahun 245 H / 857 M yang akhirnya ditetapkan sebagai tahun berdirinya universitas Quaraouiyine.

Kata „Quaraouiyine „ dinisbahkan kepada kota Qoirawan di tunisia. Dilihat dari tahun berdirinya, Quaraouiyine adalah pusat pendidikan islam tertua setelah Qoirawan di tunisia, atau lebih dahulu dari pusat pendidikan al-azhar di kairo. Quaraouiyine asal mulanya hanya sebuah mesjid yang dibangun pada saat berkuasanya dinasti adarisah. Dinasti ini berkuasa sejak pertengahan abad kedua hijriyah, tepatnya tahun 172 H. Keberadaan dinasti adarisah sebagai penguasa kala itu, menuntut adanya upaya pengembangan budaya dan ilmu pengetahuan sebagai proses pembentukan sebuah kedaulatan. Maka untuk memperkuat pusat pembantunya untuk belajar dan mendalami ilmu keislaman di jazirah arabia, tepatnya di madinah al-munawwarah. Di sanalah para utusan itu menggali ilmu pengetahuan dari seorang ulama islma terkemuka saat itu, yaitu imam malik. Di antara mereka yang berguru kepada imam Malik adalah muhammad bin said al-qaisi, yahya bin yahya al-laitsi al-thanji, kali membawa ajaran imam Malik ke Maroko yang pada akhirnya mazhab Maliki menjadi mazhab resmi negara.

Pada awal abad kelima hijriyah, lahirlah dinasti Murabithiyah yang didirikan oleh abdullah bin yasin. Beliau termasuk ulama terkemuka yang arif dan bijaksana, di sampng kepakarannya dalam ilmu ke islaman. Di tangan beliaulah banyak kemajuan dalam bidang keilmuan islam. Sebab dinasti Murabithiyah kala itu menggalakkan pengiriman pelajar ke berbagai timur tengah dan memberikan perhatian khusus untuk itu.

Setelah runtuh, tampuk kekuasaan berada di tangan dinasti Muwahhiddiyah dengan kepala pemerintahan yang terkemuka kala itu adalah Ya’kub al-Mansur. Beliu dikenal sebagai pemerhati hadits dan ajaran Islam. Di zaman beliau pernah diperintahkan untuk membakar kitab-kitab mazhan Maliki karena dipandang bahwa umat islam lebih suka mendengarkan ucapan ulama ketimbang hadits rasulullah saw.

Pada zaman dinasti Mariniyah dan dinasti sa’diyah, proses pembentukan sistem pendidikan dan keilmuan di Maroko telah mencapai kemajuan. Ini terbukti dengan berdirinya pusat-pusat pendidikan, zawiyah dan rubath. Seperti pusat pendidikan yang didirikan oleh Ya’kub bin abdul haq al marini, abu said usman bin ya’kub al-marini dan abu ‘anan. Di zaman ini juga dilakukan perbaikan sistem pendidikan dan para siswa diberi beasiswa dan penginapan.

Kemajuan pendidikan di zaman dinasti Mariniyah dan dinasti sa’diyah telah membantu pengengembangan pendidikan di zaman dinasti alwiyah yang diawali dengan berkuasanya moulay Ismail. Disebutkan, bahwa raja-raja dinasti Alawiyah telah membuka istana sebagai pusat pendidikan dan pengajaran, dan berlanjut sampai saat ini. Salah satu bukti dari itu, adanya durus hassaniyah yang diadakan setiap bulan ramadan di istana kerajaan rabat sejak zaman raja hassan II hingga sekarang. Dengan mendatangkan ulama dari berbagai negara.

Seiring dengan perubahan sistem pendidikan tersebut, sejat tahun 1957. didirikanlan beberapa perguruan tinggi. Univeristas mohamed V di rabat. Kemudian berdiri institut darul hadits al-hassaniyah, yang merupakan perguruan tinggi islam pertama, didirikan raja Hassan II setelah beliau naik tahta kerajaan. Selanjutnya lahirlah universitas Hassan II di casablanca dan iniversitas sidi mohamed ben abdellah di fes pada tahun 1975, serta diteruskan dengan peresmian universitas cadi ‘ayyad di marrakech dan universitas mohamed I di Oujda pada tahun 1978. pada tahun 1989 didirikan lima universitas yaitu universitas abdel malik essa’di di tetouan, universitas Moulay Ismail di Meknes, Universitas syuain Dukkail di jadidah, universitas ibnu tofail di kenitra dan universitas ibnou zohra di agadir.

Dalam menyukseskan program wajib belajar, pemerintah Maroko membangun asrama dan memberikan fasilitas transportasi serta beasiswa bagi mahasiswa. Fasilitas-fasilitas tersebut, walaupun sementara ini belum dinikmati seluruh mahasiswa karena keterbatasan daya tampung, dan masih memakai skala prioritas untuk mahasiswa yang berprestasi baik dan tidak mampu, namun sudah dapat mencerminkan sebagai suatu perhatian yang dapat dibanggakan diantara negara dunia ketiga.

Barangkali peranan raja hasan II (wafat pada 23 juli 1999) tidak dapat dipisahkan dari sistem modernisasi manajemen pendidikan di Maroko. Hal ini tercermin dari berdirinya berbagai universitas dan lembaga pendidikan di masa kekuasaannya. Salah satu bentuk motivasi belajar yang masih dapat diingat adalah petuahnya yang mengatakan bahwa buta huruf bukanlah ketidakmampuan membaca dan menulis, melainkan ketidakmampuan berkomunikasi dengan dunia luar, atau dengan kata lain tidak menguasai bahasa asing.

Perhatian dan motivasi belajar ini diteruskan oleh penggantinya. raja mohamed VI yang sekarang ini giat mencanangkan program pemberantasan buta huruf serta reformasi di segala jenjang pendidikan. Seruan pemberantasan buta huruf demi pembangun bangsa dimuat secara terus menerus dalam media cetak dan elektronik, guna menggalang minat belajar baik di kalangan muda maupun kaum tua yang belum sempat menikmati bangku sekolah.

A. Sistem dan jenjang pendidikan

Seiring dengan perkembangan zaman, telah diadakan reformasi di bidang pendidikan demi perbaikan dan efesiensi yang ada untuk itu. Untuk lebih jelasnya pembahasan sistem pendidikan di Maroko akan dipaparkan sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada.

Pada dasarnya, jenjang pendidikan di Maroko tidak jauh berbeda dengan sistem pendidikan yang ada di negara lain, yaitu dapat dibagi kepada dua bagian:

1. Pendidikan dasar dan menengah

a. Pendidikan dasar dan menengah terbagi atas dua jenjang pendidikan yaitu:
a) Ibtidaiyah(sekolah dasar) 6 (enam) tahun
b) I’dadiyah (sekolah Lanjutan tingkat pertama) 3 (tiga) tahun.

Pada dasarnya kedua jenjang pendidikan ini, materi masih bersifat paket dan tidak ada spesialisasi. Pengajaran umumnya memakai bahasa arab, kecuali beberapa materi pelajarn yang diajarkan dengan bahasa perancis. Siswa lebih banyak ditekankan pada hafalan dan praktek menjawab soal yang berupa pekerjaan rumah.
b. Pendidikan menengah (tsaniwiyah) 3 (tiga) tahun.

Pada jenjang ini, siswa dibagi menjadi dua jurusan, yaitu:

a) Ilmi (ilmu pasti dan ilmu alam)
b) Adabi (ilmu sosial dan bahasa)

2. pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi terbagi kepada tiga program, yaitu:

a. strata I
program strata I, dalam bahasa Maroko diistilahkan dengan ijazah dan dalam bahasa inggris disebut dengan licence. Program ini ditempuh dalam masa empat tahun, termasuk penulisan skripsi, baik perorangan ataupun kelompok, dengan bimbingan seorang dosen.

b. Strata II

Untuk program strata 2 ada dua program, yaitu:

1. program D.E.S.S (Diplome d’etudes superieures specialisees)
2. program D.E.S.A (Diplome d’etudes superieures approfondies)

c. strata 3

dalam program strata 3 atau program doktor, mahasiswa harus menyiapkan disertasi yang dibimbing seorang dosen dalam masa antara tiga sampai lima tahun.

Jurusan yang ada pada program strata 2 dan strata 3, umumnya tidak permanen dan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan.

B. Propek pendidikan

Prospek pendidikan di Maroko tidak dapat dipisahkan dari peran pemerintah setempat dalam menggalang program wajib belajar serta penyediaan sarana dan prasarana dengan anggaran yang memadai, sebagai negara yang giat menggalakan program perncerdasan bangsa. Popularitas Maroko dibindang pendidikan untuk mahasiswa asing belum setingkat mesir atau negara-negara di eropa. Hal itu kita lihat dari jumlah mahasiswa asing yang ada di Maroko yang belum melampaui angka 4000.

Namun jika kita memandang secara obyektif, hal itu bukan karenakan mutu pendidikan kurang. Bahkan banyak aspek positih yang bagankali belum tentu didapatkan di negara lain seperti mesir ataupun saudi arabiah, antara lain seperti:

1. Beasiswa

di Maroko, hampir seluruh mahasiswa asing yang diterima disalah satu perguruan tinggi, baik tingkat s1 ataupun yang lebih tinggi, diberi hak mendapatkan beasiswa. Beasiswa tersebut akan disalurkan kepada yang bersangkutan jika ia memiliki prestasi yang bagus (lulus ujian). Namun kendalanya, tidak semua calon mahasiswa dapat diterima belajar, karena pemerintah Maroko telah menetapkan kuota bagi setiap negara berdasarkan anggaran yang telah disediakan AMCI (L’agence marocaine de l’coopration internationale / agen kerjasama internasional Maroko).

2. Bahasa

sebagai negara bekas jajahan perancis, Maroko tidak hanya memberlakukan bahasa arab dalam adminstrasi pendidikan dan bahasa pergaulan masyarakat, melainkan juga memakai bahasa perancis. Dan bahkan disebagian wilayah di utara Maroko, dipakai juga bahasa spanyol. Keberagaman bahasa yang ada di Maroko memungkinkan mahasiswa untuk mengenal banyak bahasa. Hal ini sangat membantu dalam memperluas wawasan. Disamping ketiga bahasa tersebut, sebagian masyarakat Maroko juga mengenal bahasa inggris, walapun kuantitas tidak menyamai ketiga bahasa diatas. Beberapa tahun terakhir kementerian pendidikan nasional Maroko telah membuka beberapa sekolah menengah baru yang memiliki spesialisasi bahasa inggris.

3. Wawasan dan Pemikiran

walaupun Maroko sebagai negara kerajaan namun kebebasan berpendapat dan berpikir dalam dunia keilmuan tetap ada. Sistem pemerintah yang ada tidak memaksa rakyat Maroko untuk berpola pikir yang kakuh dan seragam. Maka dikenal disini beberapa intelektual terkemuka dan terkenal, seperti Doktor muhammah abied aljabri, Dr. Thaha abdurrahman dan Fatimah Mernisi. Kebebasan berpikir dan berpendapat, jelas memberikan nuansa khusus dalam dunia keilmuan dan sangat membantu dalam memperluas wawasan mahasiswa yang menuntut ilmu di Maroko.

Prosedur dan syarat pendaftaran kuliah di Maroko

A. Prosedur Pendaftaran

1. Utusan pemerintah

Bagi calon mahasiswa indonesia yang ingin melanjutkan studinya di Maroko dengan jalur utusan pemerintah, bisa melalui departemen agama RI atau departemen lain. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, departemen yang bersangkutan akan mengirimkan semua nama dan persyaratan ke kedutaan besar Republik Indonesia untuk kerajaan Maroko di rabat, dan oleh KBRI akan di kirimkan ke AMCI(L’agence marocaine de l’coopration internationale / agen kerjasama internasional Maroko) untuk di proses dan ditempakan disalah satu institut atau perguruan tinggi negeri Maroko. Selanjutnya AMCI mengirimkan seluruh berkas ke kementrian pendidikan tinggi untuk dikirim ke institut atau perguruan tinggi negara guna untuk mendapat persetujuan. Selanjutnya institut atau PTN akan mengirimkan surat ke kementrian pendidikan tinggi sebagai jawaban diterima atau tidak. Apabila institut atau PTN memberikan persetujuan untuk diterima sebagai mahasiswa, maka kementrian pendidikan tinggi Maroko akan mengeluarkan rukhsa (otorisasi belajar) di Maroko.

B. Syarat pendaftaran

1. Program strata 1 :

a. Persyaratan umum

1. dapat berbahasa arab dengan baik dan benar.
2. ijazah aliyah dan daftar nilai yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa arab oleh penerjemah resmi dan dilegalisasi oleh derpatemen kehakiman dan deraptemen luar negeri RI, dan usia ijazah tidak lebih dari dua tahun.
3. akte kealhiran yang telah diterjeahkan ke dalam bahasa arab dan dilegalisasi oleh depertemen kehakiman dan departemen luar negeri RI.
4. photo copy paspor. Bagi yang tinggal di Maroko bisa menggunakan kartu penduduk (KTP) setempat.
5. pas photo terbaru berwarna ukuran 4×6 sebanyak 10(sepuluh) lembar.
6. melampirkan surat keterangan kelakuan baik dari skolah bersangkutan dan diterjemahkan ke dalam bahasa arab oleh penerjemah resmi dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan departemen luar negri RI.
7. surat kesehatan dokter yang diterejmahkan ke dalam bahasa arab dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan departemen luar negri RI.
8. surat rekomendasi dari KBRI Rabat.
9. melampirkan surat permohonan berbahasa arab dan ditulis tangan yang ditunjukan kepada direktur AMCI.
10. berkas sudah diterima KBRI Rabat selambat-lambatnya minggu terakhir bulan Agustus.
11. berkas sudah di AMCI selambat-lambatnya minggu pertama bulan Agustus.

b. Persyaratan khusus

1. izin tertulis dari orang tua atau wali.
2. kesanggupan biaya dari orang tua mengingat minimnya beasiswa untuk program S1 di Maroko (DH 750 atau US$ 75) dan biaya hidup di Maroko sangat tinggi (minimal US$ 200/bulan)
3. melampirkan keterangan sponsor.
4. melampirkan permohonan kepada KBRI Rabat.
5. siap ditempatkn pada perguruan tinggi mana saja di wilayah Maroko.

2. Program Strata 2 :

a. Persyaratan Umum

1. dapat berbahas arab lisan maupun tulisan.
2. hasil ujian S1 minimal Baik (jayyid)
3. ijazah Strata 1 baik agama maupun umum sudah diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan departemen luar negri RI. Jika calon berasal dari universitas luar negeri. Ijazah harus dilegalisasi oleh pihak berwenang tempat mahasiswa belajar serta KBRI setempat, dan usia ijazah tidak boleh dari sepuluh tahun.
4. melampirkan daftar nilai yang telah diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan departemen luar negeri RI. Bagi tamatan luar negeri, agar dilegalisasi di KBRI setempat.
5. melampirkan akte kelahiran yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan depatemen luar negeri RI. Jika calon mahasiswa tamatan luar negeri, agar dilegalisasi di KBRI setempat.
6. melampirkan Photo copy paspor.
7. melampirkan pas photo berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 10 lembar.
8. melampirkan surat permohonan berbahasa arab dan ditulis tangan yang ditujukan kepada direktur AMCI.
9. berkas sudah harus diterima AMCI selambat-lambatnya minggu terakir bulan September.

b. Persayaratan khusus :

1. kesanggupan dana dari orang ta atau dari sponsor, mengingat minimnya beasiswa untuk program S2 dan biaya hidup di Maroko sangat tinggi (minimal US$ 200. – US$. 250) perbulan
2. melampirkan permohonan kepada KBRI Rabat.
3. siap ditempatkan di perguruan tinggi mana saja di wilayah Maroko.

3. Program Strata 3 :

a. persyaratan umum

1. menguasai bahasa arab lisan maupun tulisan
2. Hasil ujian S2 minimal baik(jayyid)
3. ijazah S2 baik agama maupun umum yang sudah diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan dilegalisasi oleh dpeartemen kehakiman dan departemen luar negeri RI. Jika calon mahasiswa berasal dari universitas luar negeri. Harus dilegalisasi oleh departemen luar negeri dan KBRI setempat.
4. melampirkan proposal penulisan disertasi yang telah disetujui oleh pembimbing dan dekat fakultas yang bersangkutan.
5. daftar nilai akhir yang sudah diterjemahkan oleh penernjemah resmi dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan departemen luar negeri RI. Jika calon mahasiswa berasal dari universitas luar negeri agar dilegalisasi oleh departemen luar negeri setempat dan KBRI.
6. akte kelahiran yang diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan dilegalisasi oleh departemen kehakiman dan departemen luar negeri RI. Jika calon mahasiswa berasal dari universitas luar negeri agar dilegalisasi oleh departemen luar negeri dan KBRI setempat.
7. melampirkan surat keterangan dokter yang diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan dilegalisasi oleh depatemen kehakiman dan departemen luar negeri RI. Jika calon mahasiswa berasal dari luar negeri/negara arab cukup diketahui KBRI setempat.
8. melampirkan photo copy paspor.
9. melampirkan pas photo terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 10(sepuluh) lembar.
10. melampirkan surat permohonan berbahasa arab yang ditulis tangan dan ditunjukan kepada direktur AMCI.
11. berkas sudah harus diterima AMCI selambat-lambatnya minggu terakhir bulan september.

b. Persyaratan khusus :

1. menyatakan kesanggupan biaya, mengingat minimnya beasiswa.
2. melampirkan permohonan kepada KBRI Rabat.
3. siap ditempatkan di perguruan tinggi mana saja di wilayah Maroko

catatan : perarturan tersebut di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Sumber beasiswa dan biaya hidup

A. Sumber Beasiswa

sumber beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa indonesia yang ingin belajar di Maroko, sementara ini dapat diperoleh melalui salah satu dari tiga sumber, yaitu AMCI (L’agence marocaine de l’coopration internationale / agen kerjasama internasional Maroko), ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization) dan kementrian wakaf.

a. AMCI (L’agence marocaine de l’coopration internationale)

Dalam bahasa arabnya, al-wakalah al-maghribiyah li al-ta’awun al-dawly(agen kerjasama internasional Maroko), didirikan di Rabat pada tahun 1986 M. Sebelumnya sudah ada agen Maroko-Genia AMCI atau agence mauritania di bidang pendidikan. Setelah berdiri AMCI atau agence (baca: ajon) atau wikalah, demikian mahasiswa indonesia menyebutnya, kata “agence” tidak asing lagi di telinga mahasiswa asing di Maroko, karena mereka selalu berinteraksi dengan AMCI minimal satu kali dalam setahun untuk memperpanjang beasiswa atau urusan administrasi studinya.

AMCI ialah satu-satunya agen yang mengatur mahasiswa atau calon mahasiswa asing di Maroko. Seluruh pegawai atau personil AMCI berasal dari kementerian luar negeri Maroko, karena Kemlu Marokolah yang mengkoordinasi kerjasama pendidikan dengan negara-negara lain, bukan kementerian pendidikan tinggi Maroko. Akan tetapi dalam prakteknya, AMCI tidak lepas dari kementerian pendidikan tinggin Maroko, yang mengeluarkan rukhsoh (otorisasi belajar) di salah satu institut atau universitas negeri Maroko. Maka bagi mahasiswa asing, termasuk yang berasal dari indonesia, baik melalui pemerintah (departemen Agama RI) ataupun terjun bebas (datang atas inisiatif sendiri) harus melalui lembaga ini. AMCI juga yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang telah terdaftar di salah satu perguruan tinggi atau institut di Maroko sebanyak DH. 750 (sekitara US$. 75/bulan)

Fungsi AMCI

Fungsi AMCI ialah :

a. Mengkoodinasi pendaftaran calon mahasiswa asing atau mahasiswa yang sudah diterima di salah satu institut atau perguruan tinggi di Maroko dalam urusan administrasi, termasuk beasiswa dan asaraman.
b. Merealisasikan kerjasama. Maroko dengan negara-negara lain, terutama negara-negara di afrika dalam bidang pendidikan.

Di samping peran AMCI di atas, masih ada divisi-divisi lain yang mengurus kerjasama di bidang sosial, politik, riset dan lain-lain.

b. ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization)

a. Organisasi ISESCO

Di saat berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi menteri-menteri luar negeri negara islam yang ke-12 di islambad, pakistan bulan mei 1980, tercetuslah ide untuk membentuk sebua organisasi islam internasional yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Maka pada muktamar OKI(organisasi kenferensi Islam) ke-3 yang di adakan di Thaif, saudi arabia, ide itu terealisasi dengan berdirinya ISESCO.

Sesuai dengan namanya, ISESCO memiliki tiga departemen : departemen pendidikan, departemen ilmu pengetahuan dan departemen kebudayaan. Untuk mesosialisasikan program, ide dan misinya, isesco memiliki tiga bua media utama, yaitu majalah al-Islam al Yaum, berita isesco(brosur) dan buku terbitan isesco. Sebagai sebuah organisasi internasional, isesco aktif menjalin kerjasama dengan organisasi dunia lainnya seperti UNESCO, who, unchr, Islamic development bank(IDB). Rabitha al-alam al-Islami, persatuan universitas-universitas islam dan lain sebagainya. Jumlah anggota resmi isesco saat ini adalah 40 negara dengan satu negara satu negara peninjau (bosnia herzegovina).

Dari tujuh poin program utamanya, maka pemberiah beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa islam di seluruh dunia realisasi nyata dari serangkaian program yang dicanangkan oleh ISESCO.

Beasiswa isesco diberikan kepada pelajar dan mahasiswa, baik dari negara anggota maupun neagara bukan anggota. Dalam rekrutmen para calon penerima beasiswa, isesco memiliki standar seleksi tersendiri. Meskipun setelah mendapatkan beasiswa, isesco tidak memberikan ikatan, syarat dan kewajiban tertentu kepada para penerima beasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Hanya satu hal penting yang ditekankan ISESCO bahwa bantuan finansial tersebut dapat mendorong berkembangnya proses pendidikan, penyebaran ilmu pengetahuan dan penguatan kultural Islami negara-negara anggota dan organisasi-organisasi sosila Islam di seluruh dunia.

b. Syarat-syarat memperoleh beasiswa

1. menyampaikan permohonan kepada isesco melalui lembaga negara bagi negara anggota (dalam hal ini KBRI Rabat dan atau departemen agama sebagai Representative consultant ISESCO bagi mahasiswa indonesia) dan organisasi-organisasi sosial ke-Islaman bagi negara bukan anggota.
2. tanggal masa pengajuan permohonan adalah sejak bulan juni sampai dengan semptember setiap tahunnya bagi mahasiswa program S1. sementara bagi mahasiswa pascasarjana, pengajuan permohonan di mulai sejak juni sampai dengan desember setiap tahunnya. Permohonan yang disampaikan di luar waktu yang ditentukan di atas, tidak akan mendapat perhatian sama sekali dari pihak ISESCO.
3. berkas yang harus disertakan dalam permohonan adalah sebagai berikut :
• rekomendasi dari lembaga negara (KBRI Rabat dan atau departemen Agam RI)
• photocopy indeks prestasi/keterangan nilai dengan legalisasi lembaga yang berwenang.
• Photocopy ijazah terakhir dengan legalisasi lembaga yang berwenang
• Photocopy surat keterangan telah terdaftar di salah satu lembaga pendidikan dengan legalisasi lembaga yang berwenang.
• Photocopy kartu tanda penduduk(identity card) negara studi.
• Photocopy bagi yang studi di luar negeri.
• Akte kelahiran.
• Surat keterangan dokter, sehat dari penyakit menular menahun dan keturunan.
• Photo terbaru berwarna ukuran 4 x 6 = 4 lembar.
• Alamat pemohon

4. mengisi formulir pendaftaran
5. permohonan yang tidak diterima tidak akan dikembalikan kepada pemohon.
6. permohonan yang tidak memenuhi syarat-syarat di atas dengan sendirinya tidak akan diproses.
7. keterangan yang tidak benar tentang pemohon akan mengakibatkan pembatalan permohonan atau pemberhentian beasiswa yang sedang diterima dari ISESCO.

c. Jumlah, masa dan metode penerimaan beasiswa

1. beasiswa yang diberikan bervariasi sesuai dengan program studi, yaitu sebagai berikut :
a. program S1 di dalam negeri US$ 60,00
b. program S1di luar negeri US$ 100,00
c. program S2 di dalam negeri US$ 80,00
d. program S2 di luar negeri US$ 120,00
e. program S3 di dalam negeri US$ 100,00
f. program S3 di luar negeri US$ 150,00

2. beasiswa diterima selama 10 bulan dalam setahun, dari bulan september sampai dengan juli setiap tahunnya. Penerimaan beasiswa berakhir dengan berakhirynya masa studi pada jenjang tertentu dan dapat mengajukan permohonan baru untuk memperoleh beasiswa pada jenjang pendidikan yang baru.

3. metode penerimaan beasiswa

• program S1, menerima beasiswa selama studi normal (sekitar 4 tahun) dan mendapatkan dispensasi satu tahun bagi yang mengulang dengan pesetujuan ISESCO.
• Program S2, menerima beasiswa selama 3 tahun.
• Program S3, menerima beasiswa selama 4 tahun.

Khusus bagi mahasiswa program S2 dan S3 diwajibkan memberikan laporan penelitian tahunan (taqrir sanawi) dari pembimbing dan fakultas sebagai syarat bagi kelanjutan penerimaan beasiswa.

d. Alamat dan telepon ISESCO

Avenue at-tine, hay riad, rabat maroc (marocco)
BP 2275 post code 10104
Telepon : (00212-37) 672294 / 67205 / 672290 / 772433
Fax : 777459 / 772058
Telex : 32645 M / 31844 M

Beasiswa dan sarana

Kementerian wakaf pada awalnya menyediakan bantuan finasial, akomodasi, penginapan dan tiket pesawat return. Namun berkaca kepada pengalaman sebelumnya. Wakaf kemudian hanya menyanggupi untuk memberi bantuan finansial saja perbulannya sebanyak DH. 750.00 (US$ 75.00). bantuan itu berdasarkan asumsi bahwa dengan jumlah nominal demikian, pelajar atau mahasiswa sudah dapat menutupi kebutuhan dasarnya. Bantuan itu sebelumnya sudah lebih dari cukup yang diberkan oleh negara berkategori seperti Maroko.

Penerimaan beasiswa wakaf dilakukan di kantor nidharat al-awqaf(semacam kanwil depag, di Indonesia) yang ada di setiap propinsi. Periodisasi dan metode pengambilannya berbeda-beda sesuai dengan kebijakan setempat. Rata-rata penerimaan per-dua bulan dan dilakukan dengan menggunakan lembaran cek yang harus ditukarkan ke bank al-maghreb, meskipun ada juga penerimaannya per-tiga dengan uang cash.

B. Biaya Hidup

Pada umumnya, mahasisa asing yang diterima belajar pada perguruan tinggi di Maroko mendapatkan beasiswa, baik dari AMCI, ISESCO ataupun dari kementerian wakaf, tak terkecuali mahasiswa indonesia. Dengan demikia hanya sebagaian kecil aja dari para mahasiswa asing yang tidak mendapatkan beasiswa.

Beasiswa tersebut diberikan per-dua bulan sekali yang diterma pada awal, pertengahan atau akhir bulan, sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam cek yang diterima. Jumlah beasiswa yang diterima sudah termasuk asuransi kesehatan, dana transportasi dan biaya untuk buku-buku serta alat tulis, bahkan untuk biaya sewa asarama atau sewa rumah bagi mahasiswa yang tidak memperoleh fasilitas asarama.

Berikut ini uraian tentang biaya hidup di Maroko :

1. mahasiswa yang tidak mendapatkan asrama

tidak setiap universitas di Maroko menyediakan fasilitas asrama, sehingga di beberapa tempat (khususnya luar rabat) banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut, bahkan mahasiswa setempat pun banyak yang tinggal di rumah kost.

Bagi mereka yang tinggal di luar asrama, tentunya banyak biaya yang harus dikeluarkan, terutama untuk sewa rumah dan kebutuhan primer lainnya yang notabene hargannya cukup tinggi. Bahkan harga barang pun cukup mahal, apalagi harga buku-buku pelajaran dan alat tulis.

Untuk itu, biaya hidup yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
• biaya sewa rumah DH 1.000.00 (US$ 100.00)
• transportasi DH 100.00 (US$ 10.00)
• biaya hidup DH 600.00 (US$ 60.00)
• perlengkapan dll. DH 300.00 (US$ 30.00)
jumlah DH 2.000,00 (US$ 200.00)

biaya yang tercantu di atas merupakan jumlah minimal untuk dapat hidup layak sesuai dengan tuntunan kebutuhan seorang mahasiswa. Oleh karena itu calon mahasiswa harus mempunyai bekal agar dapat memenuhi kebutuhannya selama berada di Maroko.

2. Mahasiswa yang mendapatkan asrama

Dalam menunjang sarana pendidikan, pemerintah Maroko mendirikan beberapa unit asrama bagi mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun demikian tidak setiap univeristas menyediakan fasilitas asrama, sehingga mahasiswa harus mempersiapkan dana cadangan untuk menyewa rumah kost yang harganya berbeda dari satu kota dengan kota lainnya.

Bagi mereka yang mendapatkan asrama, biaya yang dikeluarkan tentunya tidak sebesar biaya apabila menyewa rumah, di mana biaya sewa asrama hanya sekitar 10% dari beasiswa yang diterima, yaitu DH 75.00(tujuh puluh lima dirham) perbulan.

Dengan demikian, jika yang bersangkutan bisa mengatur pengeluaran uang dengan baik, maka jumlah DH 750.00 (tujuh ratus lima puluh dirham) tersebut cukup untuk membayar asrama dan kebutuhan primer (dengan cara yang sederhana), walaupun tidak semuanya bisa terpenuhi khususnya untuk membeli alat tulis dan buku-buku pelajaran.

Di samping itu, untuk masalah makanan bagi mahasiswa yang tinggal di asrama, disediakan kartu makan di kafetaria mahasiswa yang harga makanannya relatif lebih murah dibandingkan dengan harga di luar asrama, di mana di sediakan makan 2 (dua) kali untuk siang dan malam sedangkan sarapan pagi ditanggung oleh masing-masing mahasiswa.





Insan Lemah

25 05 2005

Roda kehidupan selalu berjalan
Tanpa mengenal lelah dan bosan
Dengan perubahan serta pergantiannya
Setiap Insan hanya menjalani kehidupannya

Dan aku di sini….
Tak mampu mengartikan kehidupan
Bagiku, kehidupan penuh teka teki
Didalamnya aku terbelenggu kesulitan

Aku seorang insan yang telah tercipta
Sama halnya dengan insan-insan yang lain
Mereka bernafas, berpikir dan bermain
Aku pun sama seperti mereka tiada beda

Tapi…
Aku tak mampu memaknai kehidupan ini
Aku tak bisa menyingkapkan rahasianya
Aku juga tak sanggup menaklukkannya

Oh…….Tuhan Pencipta nan Kuasa
Beginikah Engkau ciptakan diriku?
Insan yang lemah dan kaku
Insan yang hanya menikmati kehidupan tanpa makna

Lalu apa gunanya aku?
Jika Kau ciptakan sebagai insan lemah
Apakah karena Kau Maha kuat?
Hingga Kau ciptakan makhlukMu lemah

Tetapi kenapa aku sombong
Dengan segala kelemahanku?
Kenapa aku angkat mukaku tinggi-tinggi
Melebihi tingginya langit yang Kau ciptakan

Aku sungguh tak mengerti diriku…
Lemah namun congkak
Aku abaikan segala karuniaMu
Yang telah Kau berikan padaku yang congkak

Rabat-Morocco, 24 Mei 2005





Usiaku dan Hidupku

22 04 2004

Kini baru ku sadari

Telah bertambah usiaku

Dan juga kerutan di wajahku

Tapi aku tak peduli!

Hidupku bukan tuk keduniaan

Bukan tuk mengukur jabatan

Bukan tuk menghitung harta

Tidak juga memikirkan kecantikan muka

Bukan tuk semua itu…..

Semua itu ku tak peduli

Bukan urusanku semua itu

Kenapa aku harus peduli?

Ooo……..Usiaku

Ooo………Hidupku

Bukan tuk semua itu!

Lalu tuk apa usiaku dan hidupku?

Usiaku tuk kebenaran

Hidupku tuk kemanusiaan

Usiaku tuk kebebasan

Hidupku tuk keadilan

Usiaku dan hidupku….

Hidupku dan usiaku…

Ku persembahkan hanya tuk Tuhanku semata

Tak ada yang lain selain DiriNya

Tetouan-Morocco, 15 April 2004